RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Bisnis Online Dalam 45 Menit
image

.

jual
image

.

partner pemasaran
image

bonus 50ribu rupiah join hari ini...

CV. Pitoe Karya
image

construction – general supplier

blog sikukuh
image

.

Wishako Various Shop Cilegon
image

.

perpustakaan link download pertama
K U K U H
image

KUKUH


kita tidak boleh berhenti, sementara yang laen tetap berlari
ARSIP

JANGAN BERCERAI !!!
image

.

booming di amerika dan eropa
image

the quickest watchs to use...

statistik

HARGA WEBSITE INI
SLINK

Sebuah Peringatan yang Manis

Hernawan Eko, seorang peserta Indonesia's Got Talent dari Yogyakarta dengan dua penyangga tubuhnya, sedang menyanyikan sebuah lagu Raise me up yang dipopulerkan oleh Josh Groban dengan gaya seriosa dengan sebaik2nya. Tapi pada pertengahan lagu, salah satu juri Vina Panduwinata, memencet buzer tanda tidak setuju/merasa tidak respon dengan lagu yang sedang berlangsung...

Juri yang lain, Anjasmara dan Ria Irawan kaget dan heran hingga musik dihentikan. Juri Vina Panduwinata bertanya apa alasan Hernawan Eko menyanyikan lagu tersebut,

" Saya hanya ingin menyanyikan lagu yang banyak orang tau..." jawab Hernawan Eko

" Tapi itu bukan kamu banget...." Vina menyanggah

Akhirnya Hernawan Eko diberi kesempatan menyanyikan sesuai kemampuannya yaitu lagu bernada seriosa dan Hernawan Eko menyetujuinya dengan lagu cadangan.

Setelah lagu dinyanyikan, sebagian besar penonton melakukan standing aplaus tanda penghargaan dan apresiasi yang tinggi karena Hernawan Eko menyanyikan dengan sangat baik.

Sesuatu yang mungkin awalnya bagi penonton, Juri bertindak "agak" arogan karena terkadang menghentikan "aksi" para peserta lomba atau kontes serupa.

Tapi sebuah hasil nyata bahwa kemampuan juri menebak/mengarahkan seorang peserta seperti Hernawan Eko dengan "kekurangan fisiknya" tidak mempengaruhi ketegasan

Kalau bakat atau seseorang yang ikut kontes memang harus "dihabisi". Tapi tidak memungkinkan kadang Juri memberikan penilaian yang "cukup manis" agar tidak terlalu menyinggung perasaan peserta.

Ketika peserta Hernawan Eko menyanyikan lagu " You Raise Me Up " agar lebih familiar di telinga audiens dibandingkan lagu-lagu seriosa sebagai lagu yang menjadi bakatnya  seperti saat melakukan audisi juga tidak terlalu salah, karena mungkin ia ingin disebut "multi talent singer" dengan menyanyikan lagu lain walaupun tetap di "seriosakan".

Terkadang kita tidak mengetahui bakat kita sesungguhnya, walau kita telah menempuh banyak pendidikan dimana-mana dan dalam waktu yang sangat lama. Juri Vina Panduwinata yang berpengalaman dalam dunia tarik suara tentu mempunyai “feeling” lewat suara yang didendangkan seseorang dapat diketahui bakat lagu apa yang sebaiknya dinyanyikan.

Kemampuan seseorang yang sebenarnya mungkin tidak akan ditemukan selamanya jika tidak ada yang menilai kita seperti layaknya seorang juri lomba. Menerima kritik dan penilaian sepedas apapun tentu sangat biasa dan mudah diterima oleh peserta lomba jika yang melontarkan oleh seorang juri lomba, tapi apakah kita juga melakukan hal yang sama jika penilaian itu dilakukan saat kita menjalani kehidupan seperti biasa ?!?

Belum tentu………

Mengapa banyak hal berbeda yang harus ditunjukkan untuk sebuah penilaian yang sama ? bersikap legowo dan menerima segala sesuatu kekurangan yang diungkapkan orang lain harusnya menjadikan kita insan yang lebih baik dan kualitas pribadi yang meningkat. Bersyukurlah masih banyak perhatian di sekitar hidup kita yang membuat kita bisa merasakan betapa hidup ini sangat indah dengan kasih dan sayang walau itu lewat sebuah peringatan yang keras sekalipun!

Untuk Hernawan Eko, teruslah berjuang semoga sukses tercapai………!

Sun, 17 Oct 2010 @01:13


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+7+7

Copyright © 2017 sikukuh.com · All Rights Reserved